29 Juni 2012

Pantun


Berikut koleksi beberapa pantun Indonesia yang terdiri dari 4 baris.

Apa itu Pantun?

Pantun adalah bentuk karya sastra asli Indonesia yang termasuk puisi lama. Menurut isinya, kita mengenal pantun nasehat atau disebut juga pantun orang tua, pantun muda-mudi atau pantun cinta, pantun jenaka, dan pantun teka teki.

Pantun

Contoh pantun teka-teki:
Burung bangau di batu cadas,
kupu-kupu sudah cukup umur.
Kalau engkau memang cerdas,
dulu mana ayam atau telur?

Pantun Jenaka

Sepanjang hari naik pedati.
Kakinya bengkak digigit semut.
Bajuri bingung sepanjang hari.
Melihat perut semakin gendut.

Ikan tuna bukan di tambak,
jangan masuk ke dalam peti.
Kami tertawa terbahak-bahak,
lihat nenek pakai rok mini.

Jika di sawah banyak belalang,
kepompong pun dimusnahkan.
Jika Arjuna sudah datang,
si Bagong pun dilupakan.

Ada tokek memanjat tali.
Ada kenek mengejar tokek.
Sang kakek memakai rok mini.
Sang nenek bercelana pendek.

Kulihat seekor cicak,
memanjat pohon kenari.
Aku tertawa terbahak-bahak,
melihat nenek menari.

Buah apel enak rasanya.
Di hutan banyak cempedak.
Ayahku sontak tertawa.
Melihat kakek duduk berbedak.

Pantun Nasehat/ Pantun Orang Tua

Jangan dipetik selagi kuncup,
biar tumbuh bersama duri.
Menghormat orang tua selagi hidup,
lebih mulia daripada kenduri.

Berbelanja ke BU Satunah.
Buka pagi sampai malam.
Janganlah suka memfitnah.
Sebab fitnah amatlah kejam.

Makan tahu di tepi jalan,
sambil lihat kuda lari kencang.
Anakku yang kubanggakan,
jangan pernah lupakan sembahyang.

Jangan bersembunyi di kolong.
Di kolong meja ada hewan.
Janganlah engkau menjadi sombong.
Orang sombong sedikit kawan.

Ayah ke pasar beli sepatu,
kemudian pergi ke taman.
Senang-senanglah kau membantu,
supaya punya banyak teman.

Ke pasar membeli sayur mayur,
duduk di bawah pohon kelapa.
Berbicaralah dengan jujur,
niscaya akan dipercaya.

Jika kita makan ubi,
jangan lupa duduk beralas.
Jika kita berhutang budi,
jangan lupa untuk membalas.

Kucoba sepatu sepak bolamu,
kulihat anjing kejar-mengejar.
Jika kamu ingin banyak ilmu,
maka rajin-rajinlah belajar.

Malam minggu ke pasar baru,
membeli kurma naik unta.
Jangan lupa shalat lima waktu,
agar kita masuk surga.

Ada buku di bangkumu.
Bukunya berwarna merah.
Dengarkan penjelasan gurumu.
Jika tak mengerti bertanyalah.

Pantun Berisi Ajakan

Monyet bergelar si buruk rupa.
Suka memanjat pohon jambu.
Ayo kawan selagi muda.
Kita berlomba mencari ilmu.

Anak ini bernama Cica,
dia senang membaca di kelas.
Budayakan gemar membaca,
bacaan sumber ilmu yang luas.

Ke Jakarta beli manggis,
di Bali banyak turisnya.
Janganlah suka menangis,
mari belajar bersama.

Rumah paman di Surabaya,
ada kadal makan serabi.
Mari kawan kita berkarya,
untuk bekal hari tua nanti.

Rumput ilalang bergoyang-goyang.
Tertiup angin ke sana-sini.
Mari kita tunaikan sembahyang.
Bekal kita di akhirat nanti.